Kilas Berita
Berita
...

Tokoh Pejuang Meranti Silahturahmi Bersama Bupati H.M Adil, Bahas Isu Terkini dan Program Organisasi

Pengunjung :   Kategori : sosial-budaya, Tanggal : 20 / 05 / 2021

Selatpanjang - Tokoh pejang Meranti yang tergabung dalam Badan Pejuang Pembentukan Kabupaten Meranti (BP2KM), menggelar silahturahmi bersama Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil SH, sekaligus membahas berbagai isu aktual yang terjadi saat ini, bertempat dirumah Dinas Bupati Meranti, Jalan Dorak, Kamis (20/5/2021).
 
Turut hadir dalam pertemuan itu, Ramlan Abdullah, Sudarto, Ridwan Mahadar, H.Ahmat Khodri, Hajah Maharani dan lainnya.
 
Seperti dijelaskan salah seorang tokoh pemekaran Meranti, Ramlan, kedatangan dirinya bersama rombongan BP2KM dalam rangka silahturahmi dengan Bupati Kepulauan Meranti H.M Adil, berhubung masih dalam suasana Syawal 1442 H, selain itu juga membicarakan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BP2KM dan yang tak kalah penting membahas berbagai isu aktual yang terjadi saat ini.
 
Lebih jauh dijelaskan Ramlan, dalam waktu dekat BP2KM akan merubah nama organisasi karena nama BP2KM merupakan nama organisasi yang dibuat sebelum pemekaran Meranti sementara kini Meranti telah terbentuk.
 
"Jadi kita berencana akan membuat nama organisasi baru misal Yayasan Pejuang Meranti," jelas Ramlan.
 
Rencana tersebut mendapat tanggapan positif dari Bupati H.M Adil, bahkan Bupati menyarankan kepada para tokoh Pejuang Meranti organisasi ini bukan hanya bergerak dalam urusan sosial kemasyarakatan tapi juga dapat menjalankan kegiatan usaha dalam upaya mensejahterakan anggota.
 
Selanjutnya para Tokoh Pejuang Meranti juga sempat bertanya tentang rencana pemecatan ASN yang tidak disiplin karena bolos dari hari pertama masuk kerja pasca Idul Fitri 1442 H.
 
 
Menyangkut hal ini dikatakan Bupati, Pemkab. Meranti harus mengambil tindakan tegas karena sebelumnya telah memberikan peringatan dengan mengeluarkan surat edaran yang menegaskan pada tanggal 17 Mei 2021 seluruh ASN maupun Non ASN sudah masuk kantor.
 
Kemudian terkait Isu pengurangan tenaga Honorer dilingkungan Pemkab. Meranti, dijelaskan Bupati Pemkab. Meranti saat ini lebih memprioritaskan tamatan sarjana untuk bekerja, namun bagi tamatan SMA akan diberikan solusi dengan menjadikannya para wirausahawan baru diharapkan melalui program ini dapat mendukung ekonomi dan kesejahteraan keluarga.
 
Selain itu dikatakan Bupati, bagi honorer yang dinilai produktif akan tetap dipertahankan tapi bagi yang tidak produktif terpaksa harus dirumahkan, artinya tenaga honorer yang dipekerjakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dari OPD yang bersangkutan.
 
Terakhir dikatakan Bupati H.M Adil, dirinya selalu membuka diri atas masukan dan saran dari semua pihak khususnya para Tokoh Pejuang Meranti.
 
"Saya juga minta diawasi jika ada kebijakan-kebijakan yang menyalahi aturan atau tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan silahkan dikritik dan beri masukan, mari kita bersama-sama menjadikan Meranti ini lebih baik lagi dimasa yang akan datang," pungkas Bupati. (MC Meranti/Humas/Na).