Kilas Berita
Berita
...

Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil SH Sentral resmikan sentral Kopi Liberika

Pengunjung :   Kategori : politik-pemerintahan, Tanggal : 05 / 10 / 2021

Kedaburapat, Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti meresmikan Operasional Sentra Kopi Liberika Meranti di Desa Kedaburapat, Selasa (5/10/201)
 
Kedatangan Rombongan disambut dengan pengalungan bunga oleh Kepala Kedaburapat Mahadi, S. Pd, pancaksilat, tarian persembahan.
 
sambutan Rangsang Pesisir yang disampaikan oleh kasi PMD aminullah SH. menyampaikan atas nama Kecamatan Rangsang Pesisir menyampaikan Selamat datang Kepada Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad adil. SH beserta Rombangan.
 
Beliau menyampaikan Georafis Rangsang Pesisir, yang merupakan Daerah yang yang terletak di wilayah perbatasan selat melaka, dengan mata pencari pertanian Dan perkebunan, salah Satunya adalah perkebunan Kopi Liberika dengan jumlah 700 ha di kecamatan Rangsang Pesisir.
 
Dalam rangka pengembangan produk unggulan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2019 – 2039, di mana setiap kecamatan harus memiliki produk unggulan tesendiri.
 
Hal itu juga sesuai dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian, Pasal 14 yang mengamanatkan pemerintah daerah untuk melakukan percepatan penyebaran dan pemerataan pembangunan industri. Salah satunya melalui pengembangan Sentra Industri Kecil dan Menengah (Sentra IKM).
 
adapun tujuan dari dibangunnya sentra Kopi Liberika Meranti ini adalah Memiliki ruang yang memadai untuk mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas kopi.
 
Meningkatkan produktifitas hasil olahan kopi menjadi berbagai macam hasil olahan yang variatif dalam bentuk siap konsumsi masyarakat luas.
 
Memperluas jaringan pemasaran Mempermudah pengembangan dan pembinaan kepada pelaku usaha kopi,
Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, dan Menambah PAD dari sektor perkebunan kopI ungkap Plt kadisdagperinkop dan UKM Syaril SE.
 
beliau menambahkan bahwa Untuk pembangunan gedung dan ruang produksi Sentra Kopi Liberika Meranti yang dilaksanakan pada tahun 2021 sebesar Rp. 2.688.209.000,- (Dua Miliar Enam Ratus Delapan Puluh Delapan Juta Dua Ratus Sembilan Ribu Rupiah). Sedangkan untuk pengadaan mesin dan peralatan sentra telah dilaksanakan pada tahun 2019 dengan anggaran sebesar Rp. 2.100.000.000,- (Dua Miliar Seratus Juta)
 
Dalam sambutan Direktur IKM kemenperin RI Riefky Yuswandi. ST.Mkom mengatakan bahwa Kopi saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, bahkan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Sepertinya, bagi sebagian orang tidak lengkap rasanya bila sehari tidak meminum kopi. Tren specialty coffee yang berkembang di Indonesia selama satu dekade terakhir memperkuat budaya minum kopi serta menjadikan kopi sebuah gaya hidup.
 
Dengan didorong oleh pertumbuhan kelas menengah, perkembangan industri kopi olahan di tanah air masih sangat menjanjikan, untuk itu kami terus memacu hilirisasi industri kopi lokal yang mengolah biji kopi di dalam negeri, sehingga meningkatkan nilai tambah produk kopi Indonesia.
 
Peningkatan tren konsumsi kopi dalam satu dasawarsa terakhir dapat terlihat dari maraknya cafe dan kedai/warung kopi yang ada di Indonesia. Berdasarkan data Organisasi Kopi Dunia (International Cofee Organization/ICO), tingkat konsumsi kopi Indonesia tumbuh 44% dalam periode sepuluh tahun terakhir (Oktober 2008-September 2019) dan pertumbuhan cafe di Indonesia berdasarkan data dari Euromonitor mencapai 16% setiap tahunnya.
 
Cafe dan warung kopi di Indonesia saat ini semakin ramai oleh konsumen usia remaja dan dewasa, karena bukan hanya menjadi tempat untuk menikmati kopi, namun juga menjadi tempat untuk bertemu seseorang, tempat belajar untuk pelajar atau mahasiswa, bahkan sebagai tempat nongkrong kalangan muda. Adanya pergeseran atau perubahan fungsi dari sebuah tempat makan, seperti cafe ataupun restoran mengakibatkan adanya fenomena sosial dan budaya baru di dalam masyarakat karena perubahan perilaku dari masyarakat tersebut.
 
Terus meningkatnya angka konsumsi kopi di Indonesia itu tentunya dapat menjadi angin segar bagi para pengusaha kopi di Indonesia. Meski begitu, para pengusaha kopi tidak boleh lengah dalam menjalankan bisnisnya. Apalagi dengan adanya pandemi Covid1-19 yang memberikan tantangan tersendiri bagi pelaku usaha. Mereka harus bisa beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, memenuhi permintaan kopi yang makin meningkat, serta konsisten menyajikan kopi kualitas terbaik agar tetap diminati konsumen. Salah satu caranya, pengusaha dapat memanfaatkan perkembangan teknologi produksi maupun pemasaran untuk mendukung bisnis mereka.
 
Dalam rangka mendorong peningkatan daya saing pelaku IKM pengolahan Kopi, Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKMA memiliki berbagai program yang dapat diakses oleh para pelaku IKM meliputi:
 
a) fasilitasi kemudahan akses ke sumber pembiayaan dan penyedia bahan baku/material center
b) peningkatan kemampuan teknologi produksi
c) pembangunan dan revitalisasi sentra IKM, salah satunya melalui DAK;
d) sertifikasi produk dan kompetensi SDM;
e) fasilitasi perluasan akses pasar, termasuk melalui program e-smart IKM; dan
f) penguatan kemasan produk.
 
Indonesia merupakan negara terbesar keempat yang memproduksi biji kopi setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Pada tahun 2020, produksi biji kopi Indonesia mencapai 773,4 ribu ton, dengan jumlah ekspor biji kopi sebesar 375,7 ribu ton, meningkat 5,58% dibandingkan pada tahun 2019. Adapun secara nilai, ekspor biji kopi pada tahun 2020 memberikan devisa sebesar US$ 809,7 juta, mengalami penurunan sekitar 7,23% dibandingkan pada tahun 2019.
 
Untuk produk kopi olahan, jumlah ekspor mencapai 224,6 ribu ton pada tahun 2020, mengalami kenaikan sebesar 11,81% dibandingkan pada tahun 2019. Adapun secara nilai, ekspor produk kopi olahan mencapai US$ 536,6 juta, mengalami penurunan sebesar 12,16% jika dibandingkan pada tahun 2019.
 
Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki jenis asal kopi terbanyak, atau bisa disebut dengan single-origin. Di Indonesia terdapat beragam jenis asal kopi dari berbagai daerah di Sumatera, Jawa, Bali, Flores, sampai Papua. Sudah terbukti masing-masing jenis kopi tersebut memiliki cita rasa yang khas dan unik.
 
Sebagai pengakuan akan kopi-kopi khas Indonesia, saat ini telah terdaftar 32 (tiga puluh dua) Indikasi Geografis (IG) kopi, dimana salah satu diantaranya adalah Kopi Liberika Rangsang Meranti yang berasal dari Kab. Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, yang telah mendapat sertifikasi IG sejak tahun 2016.
 
Di antara dominasi kopi jenis arabika dan robusta dalam daftar kopi tersertifikasi IG, Kopi Liberika Rangsang Meranti bersama Kopi Liberika Tunggal Jambi mampu menunjukkan kualitas dan cita rasa kopi liberika yang mampu bersaing dengan kopi jenis arabika dan robusta.
 
Dalam sambutannya Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammmad Adil SH menyampaikan bahwa Sebagaimana ketahui, permintaan pasar dari Malaysia atas kopi liberika Meranti ini telah bermula sekitar tahun 1985. Bahkan sejak tahun 1990, 80% hasil perkebunan kopi liberika ini dijual ke Malaysia lewat aktifitas lintas batas.
 
Namun sayangnya, kopi yang jual ke Malaysia ini bukan hanya dijual di pasar lokal Malaysia saja. Tetapi juga diekspor lagi hingga ke Eropa dengan pengakuan sebagai produk Malaysia.
 
Dalam kesempatan ini juga, Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil. SH menyampaikan apresiasi kepada Masyarakat Peduli Kopi Liberika Rangsang Meranti (MPKLRM).
 
Lembaga yang tumbuh atas dasar persamaan visi dan misi untuk menjaga ciri khas dan kualitas produksi kopi Liberika Rangsang Meranti. Anggota dari lembaga ini sendiri terdiri dari para petani kopi, pengolah kopi dan pemasar kopi yang telah memenuhi syarat yang tercantum di dalam Buku Persyaratan Indikasi Geografis Kopi Liberika Rangsang Meranti.
Bupati berharap kopi leberika dapat menembus pemesaran bukan hanya di lokal dan malaysa tapi dapat ke eropa dan dunia.
 
peresmian operasional sentra Kopi Liberika Meranti dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan pemotongan Pita.
turut hadir kepala dinas Disporindag dan UKM provinsi, forum Komunikasi pimpinan daerah dan kepala OPD dan Kapala Bagian. ( MC Meranti/Na)