Kilas Berita
Berita
...

Rusak, Warga Diimbau Tak Beraktivitas Di Pelabuhan Rangsang

Pengunjung :   Kategori : transportasi, Tanggal : 14 / 06 / 2019

MERANTI - Pelabuhan Kecamatan Rangsang yang terletak di Desa Tanjung Samak, Kepulauan Meranti, Riau, mengalami kerusakan, Kamis (13/6/2019). Akibatnya, semua aktivitas bongkar muat barang dan turun naik penumpang di sana ditiadakan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepulauan Meranti, Dr Aready mengatakan, sebelum jembatan penghubung ponton dengan dermaga dan ponton di Pelabuhan Rangsang ambruk, telah diberikan peringatan agar aktivitas di sana ditiadakan. Mengingat kondisi ponton sudah tidak layak dan banyaknya tiang penahan ponton yang sudah miring. "Senin kemarin waktu kunjungan bersama Bupati (Drs H Irwan MSi), telah kami ingatkan agar tidak ada aktivitas di sana. Karena memang kondisinya sudah tidak memungkinkan dan kita khawatir ada korban," kata Aready.

Usai kunjungan di hari pertama masuk kerja pasca lebaran itu, Aready kembali memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengecekan mendalam terhadap kondisi Pelabuhan Rangsang tersebut. Rabu tanggal 13 Juni 2019, beberapa orang dari Dishub sempat turun ke Rangsang. Memang saat itu terlihat banyaknya besi penahan lantai ponton dalam keadaan keropos. Lantai ponton banyak yang patah serta tiang penahan dalam keadaan miring. Petugas dari Dishub pun kembali ke Selatpanjang pada Rabu siang.

Rabu sore, sekitar pukul 16.00 WIB, tiba-tiba tiang ponton yang sudah miring tumbang. Ponton bergeser dari posisi awal yang menyebabkan jembatan penghubung antara dermaga dengan ponton ikut jatuh ke air. Beruntung saat itu tidak ada korban. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di area dekat ponton yang rusak.

"Kita imbau masyarakat untuk saat ini tidak beraktivitas dekat area ponton yang rusak. Khawatir sisa pelabuhan yang rusak dan belum dibersihkan itu bisa mencelakai warga," imbaunya.

Di tempat terpisah, Kasubbag TU UPT Pelabuhan Rangsang Limber SIP mengatakan, usai mendapat perintah dari Kadishub Aready, aktivitas bongkar muat barang dan turun naik penumpang telah dipindahkan ke Pelabuhan Tempat Penampungan Ikan (TPI) yang letaknya masih didalam wilayah Pusat Kecamatan tersebut. Mereka memang sudah lama dan rutin memberikan laporan kondisi jembatan itu ke kabupaten. "Memang kondisinya sudah tidak layak lagi. Besi penahan lantai ponton keropos dan banyak putus. Lantai ponton juga ada yang patah serta tiangnya miring," kata Limber.

Kata Limber lagi, dengan kondisi saat ini, sebenarnya Kapal Feri masih bisa merapat di Pelabuhan Rangsang. Namun, tidak untuk speedboat. Sehingga, dengan pemindahan aktivitas ke Pelabuhan TPI, semua transportasi laut bisa merapat di sana.

Cepatnya tiang penahan ponton di Pelabuhan Rangsang ini tumbang, diakibatkan pertemuan arus dari tiga arah. Selain itu, tiang ponton juga sering berbenturan dengan badan kapal feri yang merapat di sana. (humas001)