Kilas Berita
Berita
...

Bangun Pelabuhan Baru Di Rangsang, Dishub Ajukan Anggaran Rp10 Miliar

Pengunjung :   Kategori : transportasi, Tanggal : 14 / 06 / 2019

MERANTI - Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti mengajukan anggaran sebesar Rp 10 Miliar pada Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Tahun 2020. Anggaran itu untuk melakukan pengembangan dan pembangunan pelabuhan baru utama di Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau yang dialihkan dari Desa Tanjung Samak ke Desa Dwi Tunggal.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepulauan Meranti, Dr Aready, Kamis (13/6/2019). "Kita ajukan Rp 10 Miliar pada DAK Penugasan. Yang digunakan untuk pembangunan dan pengembangan fasilitas pelabuhan yang mencakup terminal penumpang beserta fasilitasnya, parkir dan turap dan lainnya," ujarnya.

Pengembangan pelabuhan itu, tambah Aready, memang harus digesa. Sebab, Pelabuhan Dwi Tunggal dijadikan alternatif setelah pelabuhan utama Rangsang di Tanjungsamak mengalami kerusakan, Kamis sore (13/6/2019).

Aready belum memastikan apakah ponton dan tangga penghubung (ponton ke jembatan) yang rusak akan diperbaiki. Karena akan terlebih dahulu dipertimbangkan secara teknis dengan melibatkan banyak pihak. "Di Pelabuhan Rangsang yang rusak merupakan pertemuan arus dari tiga arah. Selain itu sering terkena gelombang dan benturan dengan kapal saat merapat. Sebelum rusak, kita sudah minta UPT meniadakan aktivitas turun naik penumpang dan bongkar muat barang di Pelabuhan Rangsang itu," jelasnya.

Untuk saat ini, aktivitas bongkar muat barang dan turun naik penumpang dipindahkan sementara ke Pelabuhan Tempat Penampungan Ikan (TPI). Kedepan, pelabuhan alternatif yang dibangun Pemda yaitu Pelabuhan Dwi Tunggal akan dikembangkan. Di sana juga ada wacana dijadikan Pelabuhan Internasional yang melayani rute ke Malaysia.

"Di sana (Pelabuhan Dwi Tunggal) akan dibangun menjadi pelabuhan Internasional yang bisa melayani rute ke Malaysia. Selain menjawab kebutuhan masyarakat, juga berpotensi untuk bisa berkembang," beber Aready.

Hanya saja, untuk saat ini akses jalan menuju Pelabuhan Dwi Tunggal belum memadai. Sehingga ia perlu melaporkan kepada Kepala Daerah dan melakukan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kepulauan Meranti Fauzi Hasan. Politisi PAN itu mengatakan, kondisi dermaga Rangsang di Tanjungsamak itu tak bisa dipaksakan lagi. Sebab, berada di tempat pertemuan arus dari tiga arah rentan terjadi kerusakan. Ia pun sepakat adanya relokasi pelabuhan ke arah Pulau Menggung atau arah Timur dari pelabuhan yang rusak.

"Kalau di lokasi Pelabuhan TPI dan Dwi Tunggal itu sudah sangat cocok. Karena mengarah kesisi timur, dimana terlindung dibalik Pulau Menggung. Mau gelombang seperti apapun, kapal yang bersandar tetap aman dan terlindungi dari arus dan angin," katanya.

Pelabuhan Rangsang di Tanjungsamak mengalami kerusakan pada Kamis siang sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat hempasan gelombang dan menahan beban ponton, beberapa tiang (penahan) tumbang. Akibatnya, ponton bergeser dari posisi awal dan menyebabkan tangga penghubung ke jembatan ikut jatuh ke laut. Beruntung saat itu tak ada korban.

Sebelum rubuh, kondisi ponton juga sudah sangat tak layak digunakan. Besi tempat lantai ponton sudah banyak yang berkarat, keropos, hingga putus. Sejak Selasa (11/6/2019) Kadishub Aready sudah memerintahkan Kepala UPT Pelabuhan Rangsang Nurmuddin untuk mensterilkan jembatan dari aktivitas turun naik penumpang dan bongkar muat barang. (humas/001)