Kilas Berita
Berita
...

Ketua DPRD Setuju Pelabuhan Rangsang Direlokasi

Pengunjung :   Kategori : transportasi, Tanggal : 14 / 06 / 2019

MERANTI - Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Fauzi Hasan SE, setuju jika pelabuhan Rangsang direlokasi atau dipindahkan. Sebab, pasca kerusakan, Pelabuhan Rangsang tak bisa dipaksakan di posisi semula.

Pernyataan itu dilontarkan Fauzi Hasan menanggapi wacana penggunaan Pelabuhan Dwi Tunggal sebagai alternatif pasca Pelabuhan Rangsang mengalami kerusakan pada Kamis (13/6/2019) sore. Kata Politisi PAN ini, di posisi semula, ponton pelabuhan akan cepat mengalami kerusakan. Sebab, di sana merupakan daerah pertemuan arus dari tiga arah ditambah lagi akibat hembusan angin dan ombak yang kencang.

"Ini tak bisa dipaksakan. Pertemuan tiga arus dan angin menjadi menyebankan ponton dan tiang penyangga cepat rusak dan bergeser," katanya.

Ia pun sepakat dengan rencana relokasi mengarah ke Timur, yaitu Pelabuhan TPI dan Pelabuhan Dwi Tunggal. Selain sudah ada dermaga, lokasi tersebut juga terlindung Pulau Menggung. Sehingga kecil kemungkinan diterpa ombak besar dan angin.

"Mau angin dan gelombangbagaimanapun, kapal yang bersandar tetap aman. Sebab terlindung Pulau Menggung yang menutupi sebagian wilayah disisi timur Pulau Rangsang," katanya.

Kata Fauzi, di Pulau Rangsang memang selayaknya dibangun pelabuhan bertaraf internasional. Selain sebagai pintu masuk Riau dari arah Timur (Kepulauan Riau), Rangsang juga merupakan Pulau Terdepan Indonesia. Rangsang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga, salah satunya Malaysia.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Instansi pendukung seperti imigrasi telah diaktifkan di Tanjungsamak. Selain itu, tambah Fauzi, pada awalnya Beacukai pernah dibangun di sana. "Pulau Rangsang sangat strategis. Imigrasi sudah jalan dan dulu Beacukai juga memang di sini, kita harus melihat jauh ke depan. Desain pelabuhan memang seharusnya bertaraf internasional. Kita ini perbatasan, daerah terluar," ujarnya.

Guna mewujudkan itu, Fauzi Hasan meminta pihak terkait saling bahu membahu. Untuk Pemda, diminta mengusahakan agar Pelabuhan TPI yang masih berstatus aset Provinsi Riau diserahkan ke Kepulauan Meranti, agar pelabuhan yang itu bisa dialih fungsikan.

Pemda juga diminta memperhatikan infrastruktur seperti jalan menuju Pelabuhan Dwi Tunggal. Ia ingin ada kajian yang matang sehingga pembangunan berfungsi maksimal dan tak ada permasalahan di kemudian hari.

"Cuma kalau direlokasi dan dibangun pelabuhan besar, kita ganti lah namanya. Tak mungkin namanya Pelabuhan Dwi Tunggal," harapnya.

Wacana membangun pelabuhan bertaraf internasional di Rangsang, juga disampaikan Kadishub Dr Aready. Menurutnya, rencana tersebut masih tahap pembicaraan dengan pihak-pihak terkait. Sedangkan untuk pengembangan Pelabuhan Dwi Tunggal agar bisa digunakan masyarakat, Dishub mengajukan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan sebesar Rp 10 miliar. Anggan itu mencakup terminal penumpang beserta fasilitasnya, parkir dan turap.

"Sudah kita ajukan Rp 10 miliar pada anggaran DAK Penugasan untuk pengembangan Pelabuhan Dwi Tunggal," aku Aready. (humas/001)